Pendakian Gunung Merbabu via Selo (View nya Subhanallah)

Mt Merbabu, Juli 2017

Gunung Merbabu terletak di Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Boyolali, Magelang dan Salatiga., dengan ketinggian 3.142 Mdpl pada puncak Kenteng Songo & puncak Trianggulasi, serta puncak Syarif (3.119 Mdpl).


View Samudera Awan & Gunung Merapi Dari Puncak Gunung Merbabu

Puncak Gunung Merbabu (Kenteng Songo & Puncak Trianggulasi)

Gunung yang memiliki pemandangan sangat indah ini merupakan gunung berapi yang tidur, memiliki 5 buah kawah yaitu Condrodimuko, Kombang, Kendang, Rebab, Sambernyowo, dan memiliki beberapa jalur untuk didaki, yaitu :
  • Selo (Boyolali) - jalur lama
  • Gancik Selo (Boyolali) - jalur baru
  • Suwanting (Magelang)
  • Thekelan (Salatiga)
  • Chuntel (Salatiga)
  • Wekas (Magelang)

Seperti biasa, saya memilih jalur favorit para pendaki, yaitu Selo (Boyolali) - jalur lama.

Akses ke lokasi adalah yogyakarta atau Solo, naik bus dan turun di terminal Boyolali. Untuk menuju ke Selo dari kota Boyolali menggunakan bus kecil jurusan Selo. Karena Bus yang langsung ke Selo jarang maka biasanya hanya sampai Pasar Cepogo, dan dari pasar Cepogo ganti lagi bus kecil yang menuju Polsek Selo, dari Polsek menuju basecamp bisa dengan ojek atau charter pick up jika rombongan.

Jika menggunakan kereta api turun di stasiun Solo Balapan atau Stasiun Solo Jebres, lalu ke terminal Solo naik bis menuju Boyolali lalu ke Polsek Selo dan ke basecamp menggunakan ojek atau charter pick up jika rombongan.

Atau cara paling mudah bisa minta jasa antar jemput Pak Bari, namun sebelumnya harus pesan dulu ya...


Mendaki Gunung Merbabu adalah impian saya setelah Gunung Ciremai via Linggarjati.
Why ??? karena sejak dulu saya terpesona dengan view Merbabu..udah gitu aja.

Saya berangkat Hari Jumat sore, 7 Juli 2017 menggunakan motor dari arah Cirebon menuju Tegal - Semarang - Salatiga - Boyolali menuju Basecamp Selo, bersama Suami, dan dua orang sahabat bernama Agus dan Yusuf.


Saya, Suami, Agus, Yusuf


12 jam Perjalanan yang melelahkan, kami banyak istirahat, makan, dan sempat tidur beberapa jam di sebuah mini market setelah Alas Roban.

Kami mengandalkan GPS, melewati jalur alternatif terdekat dari Salatiga menuju Selo, melewati perkebunan dan perkampungan rumah warga, namun jalannya menanjak dan agak rusak, sehingga beberapakali saya dan Agus yang di bonceng suami dan Yusuf harus turun dari motor, berjalan menanjak....huhhh...hahhh..huhhh..hahhhh.

Dinner dulu biar strong dijalan 😂

Kondisi salah satu jalan alternatif

Setiba dibawah Pos Pendakian Selo ada beberapa rumah warga yang dijadikan basecamp, kami memilih basecamp Pak Bari untuk beristirahat dan packing ulang isi carrier.

Di basecamp Pak Bari menyediakan tempat menginap gratis, kamar mandi (Rp. 2000 - Rp. 5000, dari buang air, mandi air dingin hingga menyediakan mandi air panas), parkir motor (Rp. 5000,-), Makanan dan Minuman (Nasi soto Rp. 10.000, nasi rames Rp. 10.000, teh manis Rp.3000, dll), Souvenir, dan juga menjual/menyewakan perlengkapan mendaki serta jasa antar jemput pendaki.

Jalur Selo tidak ada sumber air, so pastikan membawa air dan logistik yang cukup.

Basecamp Pak Bari



Ini sebenarnya adalah pendakian yang sangat dadakan, secara dua hari lalu kami berempat
baru turun gunung melakukan Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati (Enjoy trip 27 pendaki dijalur kejam).

Satu hari setelah dari Linggarjati Agus dan Yusuf berkunjung kerumah untuk membereskan perlengkapan pendakian. Karena memang sedang liburan sekolah Suami dan Agus berwacana mendaki lagi..mumpung masih libur dan kaki masih bisa diajak kompromi buat mendaki.

Terlontar ucapan Agus ingin ke Gunung Sindoro, tapi saya tidak mau. Dengan iseng, polos tanpa ekspresi saya bilang : kalau ke Merbabu saya mau !
Tanpa dikomando Suami dan Agus kompak meng iya kan, dan suami berkata : hayu lah ke Merbabu, besok tah ??
Whatttttt besokkkk ???!! (akhirnya setelah sok terkaget-kaget saya menyetujui....kwkwk)

Sejatinya Agus dan Yusuf berprofesi sebagai seorang guru SMP yang sedang liburan semester, begitupun dengan anak-anak saya saat turun dari pendakian Ciremai via Linggarjati mereka langsung cussssss liburan kerumah kakek nenek nya, dan libur masih satu minggu lagi, jadi akhirnya kami memutus melakukan pendakian ini mumpung libur masih lama, sehingga bersepakat jika ini adalah pendakian nan santai. Skip.

Pukul 12.00 kami memulai perjalanan menuju Pos Pendakian mengurus Simaksi Rp.11.000,-/orang.
Dan setelah itu...cussssss menuju Pos 1....melakukan pendakian santai layaknya wisata gunung 😍.

Gerbang & Pos Pendakian Selo


 

 



Seperti biasa, diawal pendakian saya selalu bermasalah dengan nafas ngos-ngosan..so dibawa enjoy aja, toh ini pendakian nan santai..mari perbanyak istirahat 😂.

Trek menuju Pos 1 menanjak landai dan banyak bonus, didominasi tanah, dipenuhi pepohonan dengan udara sejuk, kami berkali-kali istirahat, untuk ngemil, ngopi dan makan siang serta menikmati perjalanan dengan berfoto-foto, bahkan saya sempat tertidur saat istirahat..hebatkan ??!! 😅.




Trek menuju Pos 1




Oyaaa...dipertengahan jalan menuju Pos 1 harap berhati-hati ya..jangan sampai ngemil-ngemil atau memegang makanan/minuman karena banyak monyet didaerah ini yang siap mengikuti siapa saja yang memegang makanan/minuman 😂








 Pos 1, Dok Malang

Jam 15.00 saya sampai di Pos 1, artinya 3 jam perjalanan sudah termasuk banyak istirahat dan selfie-selfie.
Di pos ini cukup untuk mendirikan beberapa tenda, tapi sebaiknya jangan mendirikan tenda di pos ini karena banyak monyet 😛.
30 menit saya beristirahat...lalu melanjutkan perjalanan menuju Pos Kota, Simpang Macan.

*Setiap papan di pos-pos tertulis estimasi waktu perjalanan menuju pos berikutnya dan menuju puncak.


Pos 1





Trek menuju Pos Kota, Simpang Macan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, tanah menanjak landai dan masih banyak bonus..nafas sudah agak mulai stabil.
Menuju Pos ini akan mulai tampak view Gunung Merapi.


Trek menuju Pos Kota, Simpang Macan




Pos Kota, Simpang Macan

Jam 16.00 saya sampai di Pos ini, 30 menit lebih cepat dari estimasi di papan (1 jam), entah lah...saya salah catat atau memang kami sangat strong 😂.
Di pos ini pun cukup mendirikan beberapa tenda, dan sebaiknya jangan mendirikan tenda di pos ini karena perjalanan menuju puncak masih sangat jauh.
Di pos ini saya ngobrol-ngobrol, menikmati view Gunung Merapi dan berfoto-foto sekitar 1 jam.



Pos Kota Simpang Macan



View Gunung  Merapi



Pukul 17.00 saya melanjutkan perjalanan menuju Pos 2.
Trek mulai menampakan perubahan, lebih terjal didominasi tanah dan bebatuan..enjoyyyy bro !!


Trek menuju Pos 2
 




Pos 2  

Jam 17.30 sampai, satu jam perjalanan untuk sampai ke Pos 2, sesuai estimasi yang tertulis di papan Pos Kota, Simpang Macan.
Pos 2 cukup untuk mendirikan beberapa tenda.
Satu jam saya beristirahat di Pos 2, ngemil-ngemil, ngopi dan menunggu waktu magrib sambil menikmati sunset dan pemandangan yang indah.


Pos 2





Jam 18.30 saya melanjutkan perjalanan menuju Pos 3.
Perjalanan malam, kami menyalakan headlamp...trek mulai menanjak lebih terjal lagi dengan sedikit bonus.
Kami hanya istirahat satu kali agar cepat sampai ke Pos 3, karena perut sudah tidak sabar minta di isi.


Trek menuju Pos 3



Pos 3, Batu Tulis

Jam 19.25 saya sampai di Pos 3, entah lah dimana papan bertulis Pos 3...saya sudah putar-putar pos ini tapi tak menemukannya, yang ada tiang besi tidak berpapan, mungkin papannya copot terkena badai...*mungkin loh yaa...

Kami segera memasak untuk mengisi perut yang sudah berisik berkicau minta diisi makanan...kami sangat lama istirahat di pos ini.

Pos 3




Pos 3 adalah lahan terbuka yang sangat luas sekali, banyak tenda berdiri disini, suasana ramai riang gembira.
Kami sempat galau ingin mendirikan tenda, malam hari pemandangan di Pos 3 sangat memukau.
Terlihat jelas Gunung Merapi berdiri dengan gagahnya, kerlap kerlip lampu-lampu kota, sinar bulan dan bintang yang terang membuat kami tak ingin beranjak dari tempat ini.
Saya pun sempat jalan-jalan menaiki bukit yang ada di Pos 3.

Tapi apa mau dikata, setelah perut diisi kami merasa strong kembali, sehingga memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Sabana 1 agar tidak terlalu jauh menuju puncak.

Menuju Sabana 1 adalah jalur paling terjal di pendakian via Selo ini menurut saya, jalan berdebu jika tidak ada hujan dan sangat licin jika hujan turun.

Tapi saya bersemangat berjalan di jalur ini, berjalan dengan cepat meninggalkan para lelaki lalu berhenti beberapa saat dan melanjutkan jalan cepat lagi, begitu seterusnya...rasanya sudah tak sabar ingin segera sampai di sabana 1.

Trek menuju Sabana 1

Sabana 1

Jam 22.25 saya sampai duluan di sabana 1...horaayyyyyyy, rasanya senang sekali.
Kami memilih-milih lahan untuk mendirikan tenda, tak sabar rasanya tubuh ini ingin masuk ke dalam sleeping bag 😅.


Sabana 1


Lahan sangat luas di Sabana 1, kami mondar mandir mencari lahan, saking luasnya kami malah bingung ingin mendirikan tenda dimana..kwkwk. 

Sebenarnya sih banyak pertimbangan juga...cari tempat aman, agar tak terkena badai...agak-agak kuatir juga pernah melihat video di Instagram kejadian badai yang pernah terjadi di Merbabu..heuheu.
Setelah kesana kemari mondar-mandir akhirnya dapat lahan yang pas...ahaaaaaa....!

Cuaca sangat dingin pilu, minyak goreng dan telur beku semua...harapan ingin tidur cantik bersama slepping bag musnah sudah.
Para lelaki sudah tidur duluan, ngorok gelisah...pasti tidur tak tenang karena dingin.

Saya lebih memilih masak nasi, daging rendang, orak arik telur sampai menjelang subuh agar badan sedikit hangat berada dekat kompor.
Setelah masak...saya tidur dengan tidak cantik tentunya.....brrrrrrrrrrrrrrrrr dingin !!

Pagi-pagi suami membangunkan saya, meminta saya berpindah tempat yang terkena sinar matahari agar tubuh saya hangat..tapi yang ada saya malah tidak bisa tidur lagi.
Saya membuka tenda...wowwww...keren banget view nya...wawwww..wawwww 😍

Sabana 1





Setelah malas-malasan, jalan-jalan disekitar Sabana 1 dan makan, saya melanjutkan perjalanan jam 09.50 menuju puncak....pede banget ya mau muncak baru pergi jam segini...haha.
Hati riang gembira...walau melihat puncak masih jauh dan harus naik turun bukit tak mengapa....pemandangan nan indah mengobati rasa letih saya, mari perbanyak istirahat dan berfoto-foto 😘.

Trek menuju Sabana 2
 







Sabana 2

40 menit perjalanan, Jam 10.30 saya sampai di Sabana 2.
Lahan untuk mendirikan tenda sangat luas.


Sabana 2



Saya tidak beristirahat di Sabana 2, karena jalan sepanjang pos ini datar membuat saya tidak merasa letih...ingin rasanya berlari-lari, tapi takut dibilang sok setrong ! 😅

Perjalanan dilanjutkan ke Watu Lumpang. Trek tidak berbeda jauh dari sebelumnya...


Trek menuju Watu Lumpang



Watu Lumpang

Jam 11.30 saya sampai di Watu Lumpang, tempat yang luas untuk beristirahat, tapi sebaiknya tidak mendirikan tenda disini karena lahan terbuka tidak ada pepohonan.


Watu Lumpang





Trek menuju puncak terlihat berat, tapi setelah dijalani tidak seberat yang terlihat...letih sudah pasti ditambah terik matahari yang menyengat, tapi saya enjoy saja, banyak istirahat dan foto-foto menikmati pemandangan disekitar yang tak habis-habisnya membuat saya terpesona.


Trek menuju Puncak






Puncak 

Sekitar jam 12.00 - 13.00 saya sampai di Puncak Kenteng Songo dan di lanjutkan ke Puncak Trianggulasi.

Luar biasa pemandangan yang bisa saya lihat di puncak, yang paling menakjubkan adalah samudera awan menutupi sebagian Gunung Merapi berada didepan mata..Subhanallah..kerennnn...kerennnn...kerennnn !!!


Samudera Awan & Gunung Merapi dari Puncak Gunung Merbabu
 





Puncak Kenteng Songo 



Puncak Trianggulasi.
 

 



Dari Puncak Kenteng Songo menuju Puncak Trianggulasi.



Kami sepuasnya menghabiskan waktu sekitar dua jam di puncak, turun kembali jam 15.30 menuju Sabana 1 dan bermalam kembali di Sabana 1.


View turun dari puncak



Dinner ditenda



Esok hari jam 12.00 kami melakukan perjalanan turun menuju basecamp.
Sepanjang perjalanan di selimuti kabut tebal, sejuk rasanya...dan saya paling suka menghirup dalam-dalam bau kabut ...uhhhhhhh enaknyaaaa 😘.



Perjalanan Turun
 Sabana 1

Pos 3

Alhamdulillah... Jam 14.45 saya sampai di basecamp, 2 jam 45 menit perjalanan turun dari Sabana 1 menuju basecamp sudah termasuk istirahat di Pos 3, Pos 2, Pos 1.
Kami langsung makan dan beristirahat, Jam 17.00 kami pulang menuju Cirebon...jalan-jalan santai melewati dan mampir ke kota Magelang dan Semarang.

Pendakian kali ini saya betul-betul menikmati.
Terimakasih yang sedalam-dalamnya untuk Suami, Agus dan Yusuf yang selalu setia membuat saya nyaman, enjoy dan happy dalam pendakian ini 😊.

Hai Merbabu, aku jatuh cinta padamu !!



















Photo by desi, nono, agus


Artikel lainnya (KLIK) :

Traveler (Mountain Climbing) :


Tours (Traveling, Camping, Hiking) :
⏩ Wisata Religi ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon

Kuliner :
⏩ Kuliner Bandung : Kedai MeHek, maknyus harga bersahabat !!


Info :
⏩ 6 Tips Aman Persiapan Mendaki untuk Pemula dan Bukan Pemula
⏩ Fenomena Pendaki Kertas di Puncak Gunung 
⏩ Kisah Mistis Saat Pendakian Gunung
⏩ In Memoriam, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Bpk. Arief Agustianto)


http://adventuresenja.blogspot.co.id/p/contact.html

http://adventuresenja.blogspot.co.id/p/about.html

http://www.javashe.com/2018/04/meizitang-slimming-capsule-original-bpom.html



Subscribe to receive free email updates:

32 Responses to "Pendakian Gunung Merbabu via Selo (View nya Subhanallah)"

  1. Open Trip Mt.Ciremai 3078 Mdpl via Apuy
    30 September - 1 Oktober 2017

    Nikmati eksotisme keindahan Puncak Gunung Ciremai, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat dengan sensasi petualangan bersama teman-teman baru...Bergabunglah dengan kami sebelum kehabisan kuota !!
    Idr. 250k
    (booking fee minimal 125k, sisa dibayar H-7)

    Meeting Point : Terminal Maja
    *Untuk peserta dari luar kota, Meeting Point bisa dikondisikan di Kota Cirebon menuju Terminal Maja dan diantar kembali ke Kota Cirebon setelah pendakian, dengan menambah biaya transport.

    INCLUDE :
    - Transportasi Terminal Maja - Basecamp Apuy (pp)
    - Simaksi + Sertifikat + Asuransi TNGC
    - Tenda
    - Alat Masak (bersama)
    - Guide + Porter team
    - P3K
    - Makan 4x
    - Doorprize + Souvenir + Dokumentasi

    EXCLUDE :
    - Logistik pribadi & Cemilan.
    - Carrier
    - SB
    - Matras
    - Headlamp/Senter
    - Piring, Gelas, Sendok
    - Obat-obatan pribadi
    - Dll

    Contact Person
    WA : 081322124149
    IG : @cirebonoutdoor
    FB : Cirebon Outdoor
    https://crb-outdoor.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
  2. Basecamp Pak Bari
    Melayani transportasi / antar jemput dari dan menuju Basecamp Pendakian Merbabu via Selo.
    FB: Pak Bari Merbabu Selo (https://www.facebook.com/pakbari.merbabuselo)
    Instagram: @pakbarimerbabu (https://www.instagram.com/pakbarimerbabu)
    Telp/WA: 081393062419

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo pak barri...next time sy berminat k Merbabu lagi, kmren blm puas...hehe.
      Kangen dgn soto nya ibu...salam buat ibu ya pa 😊

      Delete
  3. Mantap banget, cukup melelahkan ya, 12 jam perjalanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat lelah bang..dan sy kapok naik motor lagi ke merbabu...hahaha.

      Delete
  4. Jadi kangen Merbabu.. pemandangan sabana yang bikin rindu.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas..sabananya sll bikin rindu, indah bgt 😁

      Delete
  5. Kaaak .... gunung Merbabu ini terlihat jelas dari rumah keluargaku di Magelang,loh 😁

    Baca seluruh tulisan artikelnya jadi sambil deg-degan ... hehehe...

    Dan gunung Merbabu ini pernah kunaikin, tapi waktu itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar 😁
    Waktu itu aku diajak papaku ke desa tertinggi disana utk melihat kebun petani tembakau yang bekerjasama dengan papaku.

    Pernah suatu saat disana utk kesekian kalinya, aku dan sepupu diajak pamanku pergi tanpa pamit lebih dulu ke papaku yang lagi sibuk berbincang dg petani ... kami pergi ke suatu cekungan raksasa ... besaaaar dan dalaaaaam banget !.
    Aku kecil takut bener lihat pemandangan spt itu.
    Entah, aku lupa nama lokasi itu apa namanya ...

    Sesampai ke desa tempat papaku berbincang dg para petani udah sore ... langsung kena bentak papaku.
    Pergi ke hutan ngga pamit dan udah hampir malam.... semua sibuk pada nyariin kami 😁.
    Kata penduduk desa lokasi itu sangat angker.
    Hiiii ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh...asiknya bisa lihat gunung merbabu dari rumah ya mas..
      Next time cobain mendaki merbabu merbabu mas...view nya benar2 indah.

      Bandel ya pergi ga pamit dulu..haha.
      Itu cekungannya seperti jurang kah ? Jadi serem juga ngebayanginnya

      Delete
    2. Hahaha ... begitulah dulu aku kecil, sukanya ngelayap tanpa pamit dan seriing banget diem2 kabur loncat dari jendela kamar saat semestinya jam tidur siang 😁

      Pengin ke Merbabu lagi tapi ngga ada temen2 rombongan kesana.

      Delete
    3. Hahaha...sama donk, kalo waktu sy kecil sering kabur2an main ke jurang, terus suka manjat tembok dan genteng,alhasil dimarahin ortu deh 😂.

      Kalo diberi kesempatan umur panjang dan rejeki sy ingin ke merbabu lagi..mudah2an sy dan suami bisa bareng mas kesana 😁

      Delete
  6. Masya Allah... viewnya keren banget :)
    Selama ini cuma bisa liat gunung merbabu pas pulang kampung belum kesampaian ndaki ke puncaknya :-I

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan2 cobain daki merbabu mas..sy kalau ada kesempatan ingin kesana lagi, malah bercita2 ga akan ke puncak..haha, krn dari pos 3 sampai sabana yg bikin betah, sangat indah view nya.

      Delete
  7. seneng ih liat kak desi jalan2 terus nih hehee sekarang mendaki gunung serbabu ya kak.. tapi yang bikin mengalihkan perhatian itu kak dessi tetep putih dan cantik padahal naik gunung kan capek banget kak tapi tetap segar nih kaya wonder woman hehehehe.. viewnya juga ya ampun keyen bangett yaaa,, gabisa diganti dengan apapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Vika bisa aja..hihi.
      Kalo lagi di gunung entah kenapa sy juga ngerasa keliatan putih, mungkin krn cahaya matahari..tapi begitu nyampe rumah kulit tetap gosong..langsung deh kulit di peeling..😂

      Naik gunung bikin cape ngos2an tentunya, tapi sy selalu enioy, becanda dan tidak maksain diri..biar lambat yg penting sampai dan selamat 😊

      Suatu hari sy ingin bisa kesana lagi, menikmati keindahan Merbabu.. #ngarep.

      Delete
  8. Viewnya keren banget mba.
    Saya udah lama sih ngak naik gunung, terakhir kali jaman kuliah dulu. Hahaah.
    Capek2 nanjak trus liat view kayak gini rasa capeknya langsung terbayarkan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo coba mendaki lagi mas Hans...InsyaAllah enjoy kalau merbabu krn view nya bikin capek hilang...hehe.

      Sy masih ingin bisa mendaki merbabu lagi...#ngarep, ahahaha.

      Delete
  9. Wah, beruntung sampai puncak tengah hari dan cuacanya cukup cerah..
    Merbabu emang indah..

    Saia sendiri belum pernah naik Merbabu via Selo..
    Pernahnya cuman turun kalo via Selo..

    Coba naik via Cunthel trs turun Selo..
    Itu lebih joss rasanya.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah..sepanjang sy mendaki sll cerah jika di puncak, rejeki anak sholeh..hahaha.

      Pengen dan pengen banget ke Merbabu lagi lewat jalur yang berbeda, via Cunthel patut dicoba nih...tapi masih terkendala waktu, maklum emak-emak kudu ngurus anak :D

      Delete
    2. Ya semoga segera dapat waktu dan kesempatan buat nyobain via Cunthel...

      Delete
  10. Dua Minggu yang lalu ke Merbabu saya, tapi sayangnya hujan, kena badai eung..he
    Ah, tandanya harus kesana lagi..he
    Tapi kemarin saya via Suwanting, kalau via selo kalau nggak salah 2 tahun lalu..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuaca lagi gak bagus akhir-akhir ini ya mas...makanya sy cuti mendaki dulu..hehe.

      Wajib balik lagi donk...merbabu selalu bikin rindu.

      Delete
  11. Pengen banget mendaki Merbabu, tapi tahun ini bareng si dia, hihihi...
    Kendala jarak sih memang, jadi harus mempersiapkan waktu yang tepat untuk kesana. Semoga bisa tercapai deh, Aamiin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnnn...semangat mba !! semoga tercapai mendaki merbabu bareng si dia tahun ini, InsyaAllah berkesan :)

      Delete
  12. aktiviti begini perlukan stamina yang kuat dan semangat yang luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal syamina sy pas2an mas..maklum udah emak2..hihi.
      Tapi semangat memang tinggi, apalagi kalau view nya keren tambah semangat :D

      Delete
  13. Viewnya keren pisan, Jadi pengen ke Merbabu. Tapi pendakiannya katanya lbh sulit dari Merapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah gak bakal nyesel ke Merbabu mas..kalau tingkat kesulitan kebetulan sy belum pernah ke Merapi jadi ga tau lbh sulit yg mana..tapi di Merbabu sy tidak mengalami kesulitan yg berarti, cenderung enjoy banget krn liat view yg keren..hehe

      Delete
  14. Asli Cirebon kah???saya dari Cirebon dan rencana mau naik Merbabu pas Uda lebaran,,,,kalo boleh nanya berapa hari watu nya Cirebon - Merbabu PP???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy asli Bandung, tapi suami org Cirebon jadi tinggal di Cirebon 😀.

      Mas nya mau naik apa ?
      Sy naik motor soalnya, dari cirebon menuju bc kledung 12 jam dgn perjalanan super santai, sudah termasuk banyak berhenti utk makan, jajan, istirahat, tidur, ke bengkel krn ban bocor, dll..hehe.

      Kalau normalnya naik motor dan istirahatnya tidak sebanyak itu mungkin bisa 6-8 jam.

      Utk pendakiannya juga super santai, sy camp 2x di sabana 1.
      Jadi keseluruhan perjalanan + pendakian sy sekitar 4 hari 3 malam.

      Kalau perjalanannya tidak super santai seperti sy sudah pasti bisa lebih cepat..misalnya pergi jumat sore/malam dari Cirebon, hari minggu sampai Cirebon.


      Delete
  15. Wah keren bgt merbabu mbak . Kemarin q hanya nyampe sabana2 aja,karena cuaca badai datang dan waktu .. Mungkin bulan depan mau kesana lg :D

    ReplyDelete