Apa enaknya mendaki ? Ngapain sih mendaki ? Ini jawabannya.


Bagi yang tidak suka dan belum pernah merasakan bagaimana rasanya mendaki gunung tentu akan bertanya-tanya, Ngapain sih mendaki ? Apa enaknya mendaki ? dan masih banyak lagi pertanyaan sejenisnya.



Bagi saya yang sudah sering mendakipun kadang menjadi pertanyaan tersendiri..ngapain saya mendaki ? Udah jelas kecapean, kehujanan, kepanasan, kedinginan, kelaparan, kehausan, dan ketakutan..pastinya sering dirasakan.
Belum lagi biaya dan pengeluaran untuk perlengkapan mendaki, transportasi, logistik, dan lain-lainnya.
Pertanyaan seperti ini kadang ada dibenak ketika saya sudah merasakan letih akut saat sedang mendaki.
So...kenapa mendaki ??

Ok...yang pertama saya bahas untuk biayanya.
Untuk yang belum punya perlengkapan mendaki sudah tentu harus memilikinya, dan harganya tidaklah murah..bisa langsung beli semuanya (jika punya uang), bisa menyicil satu demi satu, atau menyewa, jadi silakan memilih sesuai kemampuan.

Untuk saya secara pribadi sedikit tidak masalah (sedikit loh ya), tapi bukan berarti saya dan suami orang berlebih, namun dikarenakan suami memang punya usaha dibidang penjualan dan penyewaan alat-alat pendakian serta punya usaha Organizer Trip untuk pendakian, jadi beberapa cerita pendakian dan camping yang ada di artikel ini adalah acara dari Organizer Trip kami baik itu Private Trip maupun Open Trip, tapi ada juga artikel yang perjalanannya murni keinginan kami berdua atau dengan beberapa orang team.

Karena usaha yang kami punya ini, otomatis sering membawa banyak orang dalam pendakian maupun acara camping ceria, dari yang tidak kenal hingga akhirnya menjadi seperti saudara sendiri, bahkan sudah bukan saudara lagi..tapi seperti anak-anak sendiri (sebut saja mereka anak angkat..heee), ada yang panggil saya teteh, tante, mom, hingga emak !! (bebas aja saya mah, pasrah mau dipanggil apapun..yang penting mereka happy..kwkw).

Mereka ini dari berbagai kalangan, ada yg pelajar SMP & SMA, mahasiswa, wiraswasta, pegawai negri dan swasta, banyak banget deh pokoknya.


My home, with para anak angkat 😂


Rumah kami adalah tempat bersilaturahmi baik pendaki dari dalam kota maupun luar kota, ada yang murni silaturahmi, ada yang bawa buah tangan ini itu karena dapat rejeki, tempat persinggahan pemuda pemudi yang sedang dilanda galau, happy, bete, atau sekedar curhat, bahkan yang kelaparan pun mampir kerumah untuk minta makan..haha, apapun itu kami welcome.
Ini adalah suatu nikmat yang Allah berikan pada saya dan suami, dapat mempererat dan memperpanjang tali silaturahmi.

Lepas dari itu semua, sejak kecil hingga dewasa saya memang suka tantangan.
Dari semua permainan seperti halilintar dan entah apa  lagi nama-namanya saya lupa, lalu hiking di gunung, jurang, dan susur sungai, hingga kebut-kebutan dipantai menggunakan jet sky, banana boat, parasailing, dll...saya suka semuanya.
Namun, semua itu berbeda ketika melakukan suatu pendakian..suasana yang berbeda yang mendorong saya ingin mendaki lagi, dan lagi.

So...ada efek ketagihan ketika sudah sampai dirumah, rindu ingin mendaki, walaupun tau nantinya bakal ngos-ngosan.
Laksana rasa rindu ingin bertemu pujaan hati..walaupun banyak rintangan tetap dijabani... eaaaaaa ! 

Tapi adapula yang kapok mendaki.
Yang saya amati, jika seseorang untuk pertama kalinya mendaki dan merasa kapok untuk mendaki lagi bisa dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :
- Tidak punya keinginan dan niat yang kuat untuk mendaki.
- Tidak bersama orang-orang yang membuat nyaman dan tidak bersama orang yang menyenangkan saat mendaki.
- Bersifat super duper manja.
- Sangat ribet dengan urusan dandan dan fashion.
- Mempunyai penyakit tertentu dan kelemahan fisik.
- Dll

 https://web.facebook.com/oriflamecirebon/?modal=admin_todo_tour


Saya adalah termasuk orang dengan  berbagai masalah penyakit ditubuh. 
Jika kedinginan akan alergi hidung gatal-gatal, bersin-bersin dan sesak nafas, ujung-ujungnya sakit.

Paling menyebalkannya..yang ini bukan penyakit, tapi mengganggu banget dalam hidup saya..jika kepanasan akan gelisah merana menderita karena saya jarang berkeringat sehingga jika berkeringat rasanya bagai cacing kepanasan #capedeh.

Saya juga penderita vertigo, jika kambuh dunia serasa gempa bumi, kadang berasa naik kapal laut yang terombang ambing gelombang yang sangat besar, atau dunia seakan berputar seperti naik korsel tiada henti..terlalu lebay engga ya ?? Ahh tidak, memang seperti itu kok rasanya 😁.

Eitssss..masih ada lagi, saya penderita maag akut, telat makan dan salah makan akan berakibat perut sakitnya bukan main membuat saya guling-gulingan, nungging-nungging, bahkan sampai jungkir balik (nah yang ini baru lebay...ngapain juga jungkir balik coyyy ?!!)
Trus apa lagi ya ?? ...ahhh sudahlah.

Sisi positifnya..setelah saya sering mendaki, semua penyakit tadi berangsur pulih, sangat teramat jarang kambuh kecuali si maag jungkir balik..hadeuhhhh. Skip.

Banyak hal yang luar biasa dalam pendakian yang tidak akan saya temukan ketika berada dalam kehidupan sehari-hari ataupun saat jalan-jalan maupun berwisata.

Contoh..saat jalan-jalan di mall, setiap individunya sibuk dengan style masing-masing, sibuk dengan belanja-belanja tanpa memikirkan orang lain.
Tidak ada tegur sapa jika berpapasan dengan setiap orang yang tak dikenal...lagian mau apa bertegur sapa dengan orang yang tak kenal di mall ? Nanti disangka orang aneh kan ? .

Berbanding terbalik dengan yang terjadi di mall..jika dalam pendakian tidak bertegur sapa malah dianggap orang aneh !!
Nah...istimewanya saat mendaki adalah terjalinnya komunikasi dan interaksi dengan orang-orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya.
Saat berpapasan atau menyusul pendaki lainnya, sudah hal yang (sepertinya) wajib untuk saling menyapa dan saling menyemangati, paling irit-iritnya memberi senyum manis sampai senyum terpaksa dengan wajah sudah tak karu-karuan letihnya.

- Semangat kang/mas/bang/om/teh/mba/tante !!
- Pos sebentar lagi !
- Semangat puncak sudah dekat !
- Hati-hati !!
Itu adalah kalimat-kalimat paling singkat dan populer dikalangan pendaki.

Belum lagi jika bertemu pendaki lain saat sedang istirahat dijalur maupun di pos pendakian, sudah barang tentu saling berkenalan, ngobrol sana sini bertukar pengalaman dan info, serta foto bareng ujung-ujungnya tukeran kontak.
Dan hal tersebut berdampak baik dikemudian hari, tali silaturahmi tetap terus terjalin bagai memiliki banyak saudara baru dari berbagai kota..jika beruntung bisa dapat jodoh..citcuiiittttt uhukkk uhukkk #apaansih.


Foto bareng dulu coyyyy..


Tapi ada juga loh yang tidak menyapa, bukan karena mereka pendaki yang aneh, biasanya karena mulutnya sudah letih menyapa saking banyaknya pendaki yang berpapasan..ini mah saya banget 😂.

Yang lebih istimewa lagi adalah saling berbagi dan tolong menolong tanpa pamrih, itulah yang paling luar biasa bisa kita rasakan saat mendaki gunung.

Jika ada pendaki yang sakit, pendaki lainnya menolong dengan sukarela walau tak saling mengenal.
Saat pendaki ada yang kekurangan air atau makanan, pendaki lainnya mau berbagi walau tak pernah bertemu sebelumnya.

Bantuin ya bro !!




Salah satu istimewanya pendaki, saya rasakan berdasarkan pengalaman pribadi.
Dan ini yang membuat saya sangat tersentuh.

Ada beberapa anak muda dari Bandung yang ingin merasakan mendaki..mereka ingin mendaki Gunung Cikuray di Garut.
Salah satunya adalah pengunjung blog ini.
Karena mereka pemula maka meminta saran dan nasehat saya..padahal apalah saya ini, hanyalah orang yang sok setrong tapi aslinya memang setrong kok..#emakemakmulaisongong 😰.

Mereka berhasil dalam pendakian pertamanya ke Cikuray..setelah itu mereka berencana melakukan pendakian lagi ke Gunung Ciremai. Lalu meminta pendapat, saran dan nasehat lagi..sebaiknya jalur mana yang harus dilewati ? saya menyarankan Ciremai jalur Apuy.
Alhamdulillah mereka berhasil juga dalam pendakian kali ini.
Senang rasanya bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Lalu apa yang membuat saya tersentuh ?
Inilah istimewanya pendaki.
Mereka adalah anak-anak muda yang sama sekali belum mengenal saya, dan belum pernah bertemu dengan saya sekalipun sampai detik ini.
Dan, pada saat pendakian Gunung Ciremai, mereka mengucapkan rasa terimakasih lewat postingan di Instagram, serta mempersembahkan video ini :


Tengkyuuuu so much gaesssss...



Saya sangat terharu dengan yang mereka persembahkan, terimakasih banyak broooo !! sukses selalu buat kalian !!...hiks..hiks..hiks..#asliterharubeneran.


Baiklah..lanjut ke pengalaman pribadi berikutnya..

Saya dan suami bertemu rombongan anak muda dari Jakarta ..mereka ingin turun gunung bersama saya dan suami karena menganggap kami "sangat senior" (udah tua kali ya maksudnya 😂)

Saya sempat memberitahu keadaan kaki saya yang tak memungkinkan untuk berjalan turun dengan cepat karena mengalami lecet dan lebam-lebam parah dikaki akibat sepatu yang tidak bersahabat, hingga membuat saya pakai kaos kaki saja saat turun gunung, tapi hal tersebut tak masalah buat mereka.

Sepanjang perjalanan malam hari..rombongan tersebut terus bersama kami dan tak mau meninggalkan walau sudah kami suruh untuk jalan duluan.
Dengan setia mereka selalu menunggu saya yang berjalan seperti siput nan imut-imut manja, menerangi dengan senter, dan terus menerus memberi semangat pada saya yang sedang kesakitan luar biasa untuk melangkah hingga sampai ke tujuan.
*Cerita selengkapnya baca :  Pendakian Gunung Ciremai via Palutungan (Pendakian dadakan yang bikin nyesek jempol kaki)


Cerita lainnya yang menyenangkan adalah ketika turun dari puncak dan mengisi waktu dengan istirahat dan acara makan-makan di pos tempat mendirikan tenda, jika masih kelebihan makanan para pendaki akan saling menawarkan, berkenalan, dan bersendagurau.
Nah...jika bagi-bagi makanan ini saya lakukan pastinya dengan modus tertentu.
Yang pertama murni untuk membantu orang lain agar tidak kelaparan tentunya.
Yang kedua (ini modusnya) agar beban carrier saya berkurang pada saat turun, secara isi carrier saya selalu penuh makanan..hohohoooo.

Yukkk makan bareng..
(murni atau modus ??? kwkw)


Masih sangat banyak..banyak..banyak sekali hal-hal indah yang bisa ditemukan saat pendakian yang selalu membuat saya ingin kembali dan kembali lagi namun tak bisa seluruhnya saya ceritakan, bisa-bisa lecet & gempor jari tangan saya,  jangan sampai nasibnya sama seperti jari kaki yang tak indah dipandang..hiks..hiks.

So..Mau tau yang menakjubkan ?? 
Ini jawaban dari saya, Apa enaknya mendaki ? Ngapain sih mendaki ?

- Keindahan alam yang luar biasa, tolong menolong tanpa pamrih, rasa persaudaraan yang kuat, jalinan silaturahmi yang tak bisa terbayar dengan apapun juga, disinilah susah senangnya bisa dirasakan bersama yang tidak bisa kita temukan dikehidupan sehari-hari.

- Banyak hal yang sudah saya dapat dalam pendakian, salah satunya adalah proses hijrah saya (walaupun masih terus berproses dan masih sangat teramat banyak kekurangannya), melalui perjalanan dan pergolakan batin yang sangat panjang hingga saat ini, sudah tentu tidak bisa saya ceritakan, karena itu hanya milik saya dan Allah SWT. 

- Saya dan suami untuk pertama kalinya membawa 4 anak kami mendaki,  H+5 Lebaran 2017.
Mereka bisa mencapai puncak Ciremai via Linggarjati dan pulang dengan selamat tanpa kurang satu apapun.
Hal yang luar biasa bagi saya karena tak menyangka mempunyai anak-anak yang bisa berhasil menaklukkan dirinya sendiri menjajaki jalur paling kejam dan mistis di Gunung Ciremai..amazing.
*Cerita selengkapnya baca : Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati (Enjoy trip 27 pendaki dijalur kejam)

Saya bersama suami, dan 4 anak kami
(Puncak Gunung Ciremai via Linggarjati)



Mendaki gunung adalah gambaran kehidupan manusia sehari-hari yang butuh pengorbanan dan perjuangan untuk mencapai tujuannya, begitupun untuk mencapai tujuan ke puncak gunung perlu pengorbanan dan perjuangan, lalu indah pada waktunya.

Maka..ketika bisa pergi dan pulang dengan selamat dalam pendakian adalah kondisi yang luar biasa penuh rasa syukur, merasa begitu kecilnya kita sebagai manusia bisa berpijak diatas tanah ciptaan-Nya, Maha Karya yang Sempurna.



Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban 
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)



Artikel Lainnya :


Traveler (Mountain Climbing) :
⏩ Gunung Ciremai via Palutungan (Pendakian dadakan yang bikin nyesek jempol kaki)
⏩ Gunung Ciremai via Apuy (Jalur Ciremai paling pendek yang aduhai)


http://adventuresenja.blogspot.co.id/p/about.html

 https://web.facebook.com/oriflamecirebon/?modal=admin_todo_tour




Subscribe to receive free email updates:

33 Responses to "Apa enaknya mendaki ? Ngapain sih mendaki ? Ini jawabannya."

  1. Saya belum pernah punya pengalaman ndaki mbak. Hahahah... pernah ke gunung Telomoyo, itupun pake sepeda motor, bukan berarti nggak pengen juga tapi karena mental juga sih. Soalnya saya kebayang gimana nanti diatas dinginya kayak apa. Hahahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg pasti dingin banget mas..tapi kalau kita bergerak terus bisa teratasi dinginnya 😊

      Delete
  2. Betul bngat semuanya, aku juga baru dua kali mendaki, merasakan sebagian besar yg dijelaskan.

    Open trip ya apaan kak? Mana tahu ada jadwal yg cocok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an bisa mendaki tiga kali dan lebih banyak lagi ya mas..hehe.

      Utk saat ini blm rencana buat open trip lagi krn sedang sibuk urus sekolah anak dlu 😁, biasanya suami ngadain ke gunung ciremai dan gunung2 di jawa tengah.

      Delete
  3. bener banget, kata semangat puncak udah dekat itu kalimat favorit saya kalo lagi ndaki. tapi saya gak terlalu suka mendaki karna saya terlalu mageran orangnya buat prepare ini itu, kan kalo mendaki banyak tuh listnya, sepatu lah, tenda lah, makanan lah, jaket lah. kwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...semangat puncak udah dekat..padahal mah php ya mas, tetap aja jauh puncaknya 😂.

      Next ikut open trip bareng kita aja, tinggal bawa diri dan perlengkapan pribadi doank 😁

      Delete
  4. saya suka sih mendaki naik naik ke puncak gunung gitu tapi belum pernah sama sekali, lebih gak ada temenya untuk mendaki sebenernya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh kebalikan dari sy mas..kalau tau sy mau mendaki banyak yg ngintil pengen ikut, kadang sampai ga bilang siapa2 saking ingin mendaki berdua suami 😂

      Delete
  5. Pokoknya kak Desi itu kereeen ...
    Bisa dibilang ratunya trekking gunung 😁👍

    Kalau ada kesempatan ikutan trekking bareng kak Desi dan teman2 ... aku ngga nolak.
    #ngarep

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahayyyy ratu sengkle sy mah mas..😂

      Mudah2an ada kesempatan kita bisa mendaki bareng2 ya mas..InsyaAllah kalau ngadain trip di jateng kabar2i, dijamin enjoy bareng kita..😁

      Delete
  6. Bikin sehat juga mbak..
    Kan sekalian olahraga juga..

    Selain itu melatih motivasi untuk mencapai target...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah krn sering mendaki sy jarang sakit..badan rasanya fresh terus mas 😊

      Delete
    2. Betul..
      Jadi motivasi untuk terus olah raga supaya fisik ttp prima sehingga kuat naik gunung lagi.. hehe

      Delete
  7. Asik banget nih, bulan lalu saya juga habis mendaki, dan sayangnya hujan..he
    Seru ya ajak suami sama anak-anak juga, jadi serasa liburan keluarga namun ditempat yang berbeda ya. Jadi pengen ke Puncak Gunung Ciremai..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya mendaki ada aja hujannya..mau gimana lagi, suka ga suka ya dijalani ya mas 😁.

      Hayuuu mas kalau mau ke gn.ciremai bisa bareng..sy paling sering mendaki gn.ciremai 😂

      Delete
  8. Keren sekali, Mbak! Beruntungnya punya banyak saudara dari travelling ya, seneng lihatnya..
    betewe, saya masih takut mau mendaki. takut menyerah di tengah jalan (ini sih niatnya aja kali ya yang kurang). Huhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba..mungkin krn usia sy dan suami udah uzur 😂😂 jadi banyak anak2 pendaki yg pengen ikut..krn kami sll santai kalau mendaki dan selama ini yg ikut dgn kami sll sampai puncak dan turun dgn selamat, mungkin mereka merasa aman nyaman krn ada org tua yg jaga 😁.

      Delete
  9. Komunikasi dan interaksi justru tambah hidup sesama pendaki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas..kalau udah mendaki usia, propesi, jabatan ga dipandang..kita semua sama krn saling membutuhkan dan saling menolong.

      Delete
  10. Pengeeennn

    Nggak pernah mendaki sama sekali seumur hidup huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuuu atuh mas..kapan2 mendaki rame2..seru ! 😊

      Delete
  11. Ahh kangen ndaki nihhh.. Bener sih, kadang ada temen yg nyletuk nanya. Eh kamu ngapain sih jauh2 ndaki, capek pula, nyari apa coba? Aku cuma senyum, percuma sih jelasin panjang lebar. Wkwkwk
    Aku selalu ketagihan ndaki, banyak pelajaran yg ku ambil dr kegiatan pendakian, hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoooo mba ella...kpn ya kita bisa mendaki bareng 😘😘.

      Bener bgt banyak pelajaran yg didapat saat pendakian, mengajarkan kita utk sll sabar, tabah, peduli sesama, dan bersyukur.

      Delete
  12. Dulu, sewaktu masih SMA dan kuliah juga suka mendaki, sekarang beralih jadi sepedaan. Agak susah meluangkan waktunya, apalagi mendaki itu perlu 1 hingga 3 hari...bahkan 1 minggu. Kalo cuma PP 1-2 hari itu menurutku capek dijalan, nggak terlalu dapat banyak cerita serta pemandangan. Paling tidak 1 hari 1 malam anteng dulu di puncak heheee...salam lestari!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas..kalau waktunya pas enak banget bisa menikmati pendakian, ga diburu2 waktu.
      Dan sy sdh 5 bulan cuti mendaki, krn sibuk urus sekolah anak2, kalaupun bisa mendaki waktunya sempit..lebih baik tidak mendaki daripada diburu waktu.. 😁

      Delete
  13. Kalo lihat temen mendaki, kayaknya sih asik banget dan seru.
    Cuma kalo yang tinggi2 banget kayaknya saya udah nyerah duluan deh soalnya gak tahan dingin, takutnya malah nyusahin orang lain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy pun demikian mas..ga tahan dingin sebenarnya, tapi kalau sdh mendaki kita bisa mengatasi diri sendiri asal ngerti ilmunya..bisa mas baca di postingan sy 6 tips aman persiapan mendaki gunung utk pemula dan bukan pemula 😊.

      Delete
  14. saya juga awal-awalnya juga selalu heran apa sih serunya mendaki? setelah mencoba dan berhasil pulang lagi, disitu saya merasa kapok gak mau lagi mendaki. Tapi kalau ada yang ajakin, hayo deh, makin rame kan makin seru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yukkk mas kapan2 kita mendaki rame2..so pasti seru.

      Delete
  15. Waduh artikel ini bikin saya kangen gunung. Terakhir 2 tahun yang lalu. Semoga saja tahun ini bisa naik gunung, hehehe btw, nice sharing mbak.. Pasti ada suka duka ketika naik gunung, tapi bisa jadi pengalaman yg hebat buat diceritakan anak cucu kelak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tahun ini mba bisa mendaki..mudah2an kapan2 kita bisa mendaki bareng..aminnn.

      Awal2nya sy buat blog tujuan utamanya krn menyalurkan hobi menulis, dan yg kedua cerita buat anak cucu kelak..kenang2an buat mereka 😊

      Delete
  16. Please itu kata moms sama kelaparan jangan dibawa kesini, aib baim wkwk

    ReplyDelete
  17. Karna Di SEKOPPoker Sedang ada HOT PROMO loh!
    Bonus Deposit Member Baru 80,000
    Bonus Deposit Weekend 50,000
    Bonus Referral 20% (berlaku untuk selamanya
    Rollingan Mingguan 0.3% (setiap hari Kamis)
    Daftar sekarang juga hanya di Sekopqqpoker.com
    sekop poker
    sekop 88
    poker 88
    poker 88 domino
    deposit via pulsa
    uang asli indonesia
    daily gift
    weekend gift
    bonus jackpot x3
    http://bit.ly/2pQ7LMb
    http://bit.ly/2NJhXQa

    ReplyDelete